TUJUAN DAN PROSEDUR PEMERIKSAAN KAS DAN BANK


Tujuan Pemeriksaan Kas dan Bank

Apa tujuan audit kas dan bank / audit saldo kas dan bank ?


Tujuan pemeriksaan kas dan bank adalah untuk mengatahui apakah transaksi-transaksi berkaitan dengan kas dan bank tersebut benar-benah Sah (validity) dan Tepat (propriety) sesuai dengan ketentuan, serta untuk menilai tingkat kewajaran dan ketelitian saldo kas dan bank yang dicantumkan dalam neraca.

Adapun alasan-alasan yang menyebabkan audit kas dan bank serta transaksinya dianggap penting adalah karena :

  • Sebagian besar transaksi perusahaan menyangkut Kas dan Bank, walaupun awal mula suatu transaksi tidak ada hubungannya dengan Kas/Bank, tetapi akhirnya selalu akan mempengaruhi kas/ kank, misal pembelian dan penjualan kredit, pada saat pembayaran atau penerimaan uang akan melibatkan perkiraan kas dan bank.
  • Kas dan bank merupakan sumber atau sasaran yang paling digemari untuk penyelewengan dan penyalahgunaan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
  • Kesalahan pencatatan dalam kas dan bank akan mempengaruhi kesalahan pada perkiraan lainnya, misalnya perkiraan piutang atau perkiraan utang.

Prosedur Pemeriksaan Kas dan Bank

Bagaimana audit program kas dan bank / prosedur audit atas kas dan bank ?


Program pemeriksaan kas dan bank / prosedur audit kas dan bank adalah sebagai berikut :

  • Lakukan kas opname secara serentak untuk seluruh kas dan kertas berharga.
  • Hitung dan buatkan daftar uang dan kertas berharga yang ada pada saat opname.
  • Mintakan tanda tangan kasir dan tanda terima penyerahan kembali uang dan kertas berharga.
  • Mintakan tanda persetujuan tertulis atas bukti pengeluaran piutang / panjar dan cek pegawai yang terdapat dalam perkiraan kas.
  • Lakukan rekonsiliasi saldo kasa dengan saldo menurut buku besar kas pada tanggal neraca.
  • Periksa bukti asli dan bandingkan voucher kas kecil dengan voucher pengisian kembali saldo kas kecil, periksa pembagian pengeluaran tersebut dan lihat apakah telah disetujui oleh petugas yang berwenang.
  • Lakukan verifikasi penjumlahan vertikal dan horizontal pada pengisian kembali saldo kas kecil.
  • Ikuti jejak voucher pengisian kas kecil ke dalam voucher register, buku pengeluaran kas atau buku perantara lainnya.
  • Mintakan konfirmasi langsung dari pegawai yang mengambil uang kas kecil per akhir periode pemeriksaan.
  • Lakukan rekonsiliasi saldo kas kecil pada tanggal kas opname mundur ke tanggal neraca bila pemeriksaan dilakukan setelah tutup buku yang diperiksa.

Semoga kamu semakin paham akan prosedur pemeriksaan kas dan bank serta tujuannya ya. Baca juga prosedur pemeriksaan kas kecil :)