TINGKATAN TEORI AKUNTANSI

Materi teori akuntansi ini akan membahas tentang bagaimana tingkat-tingkat teori akuntansi menurut hendriksen.

Tingkatan Teori Akuntansi

Apa saja tingkatan teori akuntansi menurut Hendriksen (sebutkan tingkatan teori akuntansi) ?

Tingkat-tingkat teori akuntansi menurut hendriksen dalam bukunya “Accounting theory” adalah sebagai berikut :

Teori struktural/sintaktikal (struktural/syntactical theory)

Teori ini berusaha menjelaskan mengenai praktek-praktek akuntansi masa kini (current accounting practise) dan meramalkan bagaimana tanggapan para akuntan akan bereaksi terhadap suatu situasi tertentu atau bagaimana para akuntan tersebut akan melaporkan kejadian-kejadian/peristiwa-peristiwa yang tertentu (specific event). Teori ini berkaitan dengan struktur proses pengumpulan data dan laporan keuangan.

Pada tingkatan ini struktur akuntansi hanya dapat diuji tentang ’’Internal Logical Consistency” artinya teori ini mencoba menjelaskan mengenai mampu atau tidaknya ramalan yang diperbuat para akuntan. Internal Logical Consistency mempunyai pengertian bahwa pengujian tersebut tidak membuktikan mengenai kebenaran suatu metode (simbol) yang diperbandingkan untuk situasi tertentu, artinya pada tingkatan ini tidaklah memberikan penafsiran dalam arti yang nyata (real world).

Teori Semantikal/Interpretasi (Interpretational/Semantical theory)

Teori ini memfokuskan kepada hubungan antara suatu fenomena (obyek/event) dengan istilah atau simbol yang mewakilinya. Berbeda dengan tingkatan struktural, pada tingkatan ini pengujian atau pembahasannya mampu memberikan suatu penafsiran dalam dunia yang nyata (real world), karena pada tingkatan ini mencoba memberikan suatu hubungan antara simbol-simbol yang ada dengan fenomena/ obyek/event (kejadian) tertentu, sehingga struktur akuntansi yang terbentuk sebagai akibat dari aturan akuntansi tertentu dapat mempunyai makna atau daya penafsiran.

Teori Pragmatis (Pragmatical/Behavioral theory)

Teori ini memberikan penekanan kepada perilaku atau akibat-akibat yang ditimbulkan oleh laporan keuangan terhadap keputusan yang diambil (decision oriented effects) para pemakai laporan. Teori akuntansi pada tingkatan behavioral/pragmatis menekankan kepada kebutuhan para pemakai (users) laporan terhadap informasi yang disajikan, artinya antara laporan keuangan yang disajikan dengan proses pengambilan keputusan para pemakai (users) mempunyai relevansi.

Dalam hal ini jelas bahwa suatu teori pada tingkatan behavioral/pragmatis harus mampu menjawab ’’apakah pembaca laporan memberi reaksi terhadap suatu informasi akuntansi ?”

Itulah penjelasan singkat mengenai tingkatan teori akuntansi hendriksen. Semoga bermanfaat ! Baca juga pengertian dan manfaat teori akuntansi :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *