STELSEL AKRUAL DAN STELSEL KAS DALAM AKUNTANSI PAJAK

Materi perpajakan kali ini akan menjelaskan perbedaan stelsel kas dan akrual & pengertian stelsel kas dan akrual.

Stelsel Akrual dan Stelsel Kas

Apa yang dimaksud dengan stelsel kas dan stelsel akrual ?

Orang awam selalu mengganggap penerimaaan uang sama dengan penghasilan dan pengeluaran kas sama dengan biaya. Akuntansi tidak menetapkan penghasilan dan biaya berdasarkan anggapan demikian. Penetapan penghasilan dan biaya dengan cara tersebut dinamakan stelsel kas.

Sedangkan arti stelsel akrual adalah metode akuntansi yang menetapkan penghasilan dan biaya berdasarkan suatu metode penghitungan. Penghasilan ditetapkan pada waktu diperoleh, dan biaya ditetapkanpada waktu terutang. Jadi, tidak bergantung pada kapan penghasilan itu diterima dan kapan biaya itu dibayar tunai.

Jika kita menilik kepada prinsip akuntansi yang berlaku umum, penentuan laba pada dasarnya hanya dapat dihitung berdasarkan stelsel akrual saja. Hal ini dikarenakan penghitungan laba berdasarkan stelsel kas sama sekali tidak sesuai dengan konsep matching cost with revenues.

Dalam menghitung Penghasilan Kena Pajak, pembukuan Wajib Pajak dapat menerapkan sistem stelsel kas maupun stelsel akrual. Namun perlu digaris bawahi bahwa stelsel kas secara murni tidak dapat sepenuhnya digunakan dalam penghitungan pajak penghasilan. Hal ini dikarenakan stelsel kas murni dapat mengakibatkan penghitungan yang mengaburkan penghasilan, artinya besar penghasilan dari tahun ke tahun dapat disesuaikan dengan mengatur penerimaan kas dan pengeluaran kas.

Untuk itu kita harus memperhatikan beberapa aspek jika ingin menerapkan atau mengaplikasikan stelsel kas dalam melakukan perhitungan pajak penghasilan, yaitu :

  • Dalam memperoleh harta yang dapat disusutkan dan hak-hak yang dapat diamortisasikan, biaya-biaya yang dikurangkan dari penghasilan hanya dapat dilakukan melalui penyusutan dan amortisasi.
  • Pemakaian stelsel kas harus dilakukan secara taat asas (konsisten).
  • Penghitungan jumlah penjualan dalam suatu periode harus meliputi seluruh penjualan, baik yang tunai maupun bukan. Akibatnya, penghitungan harga pokok penjualan harus menyertakan seluruh pembelian dan persediaan.

Dikarenakan stelsel cash ini cenderung “ribet”, maka banyak orang yang tidak menggunakan metode ini. Saat inipun pemakaian stelsel dalam perpajakan tidak memakai stelsel cash melainkan stelsel akrual dan stelsel campuran (stelsel kas dengan akrual). Stelsel campuran ini juga disebut dengan hybrid method.

Nah itulah pengertian stelsel akrual dan stelsel kas. Semoga teman teman pembaca belajarakuntasionline.com bisa memahami perbedaan stelsel akrual dan stelsel kas. Baca juga pengertian akuntansi perpajakan & syarat pembukuan akuntansi pajak. Semoga bermanfaat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *