PROSEDUR PEMERIKSAAN KAS KECIL

Materi pemeriksaan saldo kas kecil ini akan menjelaskan pengendalian internal atas kas kecil dan prosedur pemeriksaan kas kecil / program pemeriksaan kas kecil.


Prosedur Pemeriksaan Kas Kecil

Bagaimana prosedur pemeriksaan kas kecil (petty cash) / cara mengaudit kas kecil ?


Dalam menyusun prosedur pemeriksaan kas kecil, auditor harus mengevaluasi apakah pengendalian internal kas kecil sudah baik atau belum. Internal control yang terpenting dalam petty cash fund antara lain :

  • Penggunaan dana imprest dibawah tanggung jawab seorang petugas.
  • Adanya pemisahan dana kas kecil dengan penerimaan dan pengeluaran lainnya melalui kebijaksanaan manajement dengan cara menetapkan besarnya jumlah uang yang dapat dikeluarkan oleh petty cash fund atas suatu transaksi.
  • Adanya otorisasi pejabat yang bertanggung jawab atas formulir bernomor untuk kas kecil dalam setiap melakukan pembayaran.
  • Bukti pembukuan (voucher), yang berupa bukti pembayaran biaya sesungguhnya (prenumbered vouchers) haruslah diperiksa oleh pegawai bagian rekening hutang untuk diteliti mengenai kebenarannya, serta sekaligus membatalkannya untuk mencegah penggunaan ulang.

Adapun contoh prosedur audit kas kecil / program audit kas kecil :

  • Lakukan pemeriksaan terhadap sistem yang diterapkan oleh klien dengan cara memahami dan mempelajari sistem tersebut, atau dengan mengadakan wawancara dengan petugas penyimpanan mengenai sistemnya dan memeriksa dokumen-dokumen tersebut untuk beberapa transaksi.
  • Lakukan penilaian terhadap sistem mengenai kelemahan dan kekuatannya.
  • Gunakan Flowchart (diagram arus) dan Questioner internal control, terutama untuk dokumen-dokumen pada pemeriksa an berikutnya.
  • Lakukan perhitungan atas saldo kas kecil.
  • Lakukan pengetesan secara terperinci terhadap beberapa transaksi pembayaran.

Auditor seringkali harus melakukan pembuktian kas (Proofs of Cash) dalam rangka pemeriksaan perkiraan Kas/Bank, apabila ternyata internal control kash klien tidak memadai. Prosedur-prosedur yang dapat dilakukan oleh auditor dalam upaya melakukan pembuktian kas tersebut antara lain adalah :

  • Cocokan saldo pada R/K (Bank Statement) dengan saldo buku besar kas pada permulaan periode pembuktian kas.
  • Cocokan penyetoran penerimaan kas dengan jurnal penerimaan kas selama masa pembukuan.
  • Rekonsiliasi cek yang dibatalkan kliring bank dengan jurnal pembayaran tunai selama masa pembukuan.
  • Rekonsiliasi saldo pada R/K (Bank Statement) dengan saldo buku besar akhir masa pembukuan Kas.

Nah itulah beberapa prosedur pemeriksaan kas kecil yang perlu kamu ketahui. Baca juga tujuan dan prosedur audit investasi :)