PROSEDUR AUDIT SUBSEQUENT EVENT

Prosedur Audit Subsequent Event

Apa saja prosedur pemeriksaan subsequent event ?


Pada artikel sebelumnya kita sudah mengetahui akan pengertian subsequent events dan contoh subsequent event dalam audit. Pembahasan selanjutnya yang tak kalah menariknya ada mengenai pemeriksaan subsequent events dan penyelesaian pemeriksaan. Lalu bagaimana sih prosedur audit untuk subsequent event ?

Prosedur-prosedur audit untuk penelaahan peristiwa-peristiwa setelah tanggal (subsequent events)  dibedakan ke dalam 2 (dua) golongan yakni:

1) Prosedur yang biasanya disatukan sebagai bagian dari pemeriksaan saldo rekening akhir tahun. Prosedur ini termasuk juga pemeriksaan Cut-off dan penilaian yang dilakukan untuk menentukan apakah cut-off tersebut telah benar.

2) Prosedur-prosedur yang biasanya dilakukan dengan tujuan untuk mengungkapkan kejadian-kejadian atau transaksi-transaksi yang harus diketahui pada masa sekarang. Prosedur-prosedur yang dapat dilakukan oleh pemeriksa (prosedur menemukan subsequent event) pada golongan ke 2 (dua) ini adalah sebagai berikut :

  • Lakukan pembicaraan dengan pihak manajemen perusahaan.
  • Lakukan korespondensi dengan pengacara klien.
  • Lakukan penelitian atas catatan pos pembukuan asli yang dibuat setelah tanggal neraca.
  • Meneliti laporan interen yang dibuat setelah tanggal neraca.
  • Dapatkan surat penunjukan.
  • Meneliti notulen rapat yang dikeluarkan setelah tanggal neraca.

Itulah 2 jenis prosedur audit subsequent events yang wajib kamu ketahui. Semoga bisa dimengerti :)