PROGRAM AUDIT PERSEDIAAN BARANG DAGANG

Program Audit Persediaan Barang Dagang

Prosedur audit persediaan dan pergudangan itu seperti apa sih ?


Contoh program pemeriksaan audit persediaan dan pergudangan antara lain sebagai berikut :

  1. Lakukan penelaahan (review) atas transaksi-transaksi diantara tanggal dilakukannya pengamatan atas penghitungan persediaan dan tanggal neraca.
  2. Lakukan observasi ketempat persediaan barang untuk melihat apakah terdapat perubahan susunan/letak persediaan apabila dibandingkan dengan susunan / letak persediaan sewaktu diadakan pengamatan di tengah tahun. Apabila ternyata ada perubahan yang besar dalam susunan / letak dan jumlah persediaan, hal ini harus dibandingkan dengan catatan pembukuan.
  3. Lakukan pengamatan terhadap persediaan barang apakah terdapat barang-barang yang dapat dikatagorikan sebagai Slow moving atau Obsolute.
  4. Periksa apakah persediaan barang dijadikan jaminan atas hutang kepada bank atau pihak-pihak lain.
  5. Kirimkan permintaan korfirmasi kepada pihak-pihak ketiga mengenai persediaan barang langganan yang terdapat pada mereka, misalnya pada gudang-gudang pelabuhan atau pada pihak ketiga yang menyimpan barang konsinyasi.
  6. Mintakan surat pernyataan perusahaan (Clients representation letter) khususnya mengenai persediaan barang atau masukan hal-hal mengenai persediaan barang milik klien.
  7. Lakukan pemeriksaan tiga atau lima hari sebelum dan sesudah tanggal neraca untuk menentukan adanya prosedur cut-off yang tepat.
  8. Periksa transaksi-transaksi setelah tanggal neraca (subsequent events).
  9. Adakan penelaahan terhadap transaksi-transaksi setelah tanggal neraca apakah ada kontrak-kontrak pembelian yang dilakukan dengan harga yang lebih tinggi dari hargayang kemudian terjadi sebaliknya apakah kontrak-kontrak penjualan yang dilakukan dengan harga yanglebih rendah dibandingkan dengan harga yang terjadi kemudian.

Contoh program audit persediaan / prosedur audit persediaan barang dagang di atas ini tidaklah mutlak. Prosedur audit persediaan bisa disesuaikan dengan kondisi di lapangan.


Tujuan Audit Persediaan Barang Dagang

Apa tujuan khusus audit untuk pemeriksaan persediaan ?


Tujuan audit atas persediaan dimaksudkan untuk dapat menentukan hal-hal sebagai berikut :

  • Bahwa semua persediaan baik yang terdapat didalam gudang perusahaan, yang ada dalam perjalanan, maupun yang terdapat di tempat-tempat pihak ketiga sebagai barang konsinyasi benar-benar ada secara fisik pada tanggal neraca dan merupakan milik perusahaan.
  • Bahwa barang persediaan dinilai sesuai dengan prinsip-prinsip Akuntansi yang berlakuk di Indonesia yang diterapkan secara konsisten.
  • Bahwa semua persediaan barang yang bergerak lambat (slow moving), barang yang usang dan sudah tidak merupakan mode lagi (obsolute), serta barang-barang yang rusak (defective) dikurangi nilainya melalui perkiraan pengurangan nilai karena persediaan rusak atau usang (allowance for obsolescence).
  • Semua jaminan utang dalam bentuk persediaan barang dinyatakan (disclosed) dalam catatan mengenai ikhtisar keuangan.

Semoga kalian bisa memahami program audit persediaan barang dagang serta tujuannya ya kawan !