PERHITUNGAN DIVIDEN KAS (DIVIDEN TUNAI)

Materi tentang dividen ini menjelaskan mengenai cara menghitung dividen tunai serta jurnal tentang dividen kas (jurnal penerimaan, pembagian, pembayaran dividen kas).


Perhitungan Dividen Kas (Cash Devidend)

Bagaimana perhitungan dividen tunai / cara menghitung dividen kas ?


Pengertian dividen kas adalah dividen yang diberikan oleh perusahaan kepada para pemegang sahamnya, dalam bentuk uang tunai (cash).

Pada waktu rapat pemegang saham memutuskan bahwa sejumlah tertentu dari laba perusahaan akan dibagi dalam bentuk Cash Dividend, maka pada saat itu pula jumlah yang akan dibagi itu dipindahkan dari perkiraan Retained Earning ke dalam perkiraan Cash Dividend Payable (Dividend Kas yang akan dibayarkan).

Contoh perhitungan dividen kas :

Misalkan pada tanggai 15 Januari 2019 rapat pemegang saham memutuskan bahwa dari keuntungan perusahaan tahun 2018 sebesar Rp 9 Milyar sejumlah Rp 5,6 Milyar akan dibagi ke dalam bentuk dividend, maka jurnal pembagian dividen tunai yang dibuat adalah :

Retained Earning  Rp 5,6 Milyar

Dividend Payable  Rp 5,6 Milyar

Sedangkan bilamana pada tanggal 25 Januari 2019 dividen tersebut benar-benar dibayarkan kepada para pemegang saham, maka jurnal pembayaran dividen tunai yang dibuat adalah :

Dividend Payable   Rp 5,6 Milyar

Cash                    Rp 5,6 Milyar


Jika perusahaan menginvestasikan modalnya dalam bentuk saham yang dikeluarkan oleh perusahaan lain, maka pada waktu menerima ’’Cash Dividend” akan dibukukan ke dalam perkiraan Cash sebelah debit dan perkiraan Dividend Earned sebelah kredit, sebagai suatu penghasilan (revenues).

Jadi misalnya pada tanggal 15 Januari 2018 perusahaan menerima dividen kas sebesar Rp 640 juta maka jurnal penerimaan dividen tunai yang dibuat adalah :

Cash    Rp 640.000.000

Dividend Earned    Rp 640.000.000


Nah itulah penjelasan singkat mengenai perhitungan dividen kas dan jurnal dividen kas (dividen tunai). Semoga bermanfaat :)