PERAN AKUNTANSI DALAM MANAJEMEN PERBANKAN INDONESIA

Materi akuntansi perbankan kali ini akan menjelaskan peran akuntansi pada perbankan.

Peran Akuntansi Dalam Manajemen Perbankan di Indonesia

Peran akuntansi dalam perbankan Indonesia antara lain adalah sebagai berikut :

Sebagai alat pengelolaan monetary assets

Uang tagihan, surat-surat berharga dan lain sebagainya merupakan suatu assets yang abstrak serta mempunyai perputaran yang cepat. Di samping itu, kepemilikan seseorang atas assets tersebut mayoritas bersifat atas unjuk, jadi siapa yang memegang dialah yang memiliki, contohnya ; uang tunai.

Agar manajemen bank dapat mengelola assetnya dengan baik, pihak bank tentu harus mempunyai administrasi yang cermat dan cepat guna menghasilkan sistem informasi yang tepat guna dan tepat waktu. Tentunya untuk mengelola monetary assets ini dengan baik dan benar pihak perbankan membutuhkan jasa-jasa akuntansi.

Sebagai sumber informasi dan pengelolaan perdagangan valuta asing

Di dalam perdagangan valuta asing ada suatu ciri yang khusus bahwa kurs dari valuta asing tersebut mempunyai perubahan dari waktu dengan frekuensi yang cepat, sedangkan jenis valuta pun juga bermacam dengan kurs yang berbeda-beda pula. Sedangkan transaksi yang menyangkut valuta asing itu juga bermacam-macam, ada dalam bentuk Bank Notes, Transfer, Draft, Ekspor, Impor dan seterusnya.

Untuk mengelola perdagangan valuta asing dan segala permasalahannya dengan baik jelas diperlukan sistem informasi yang akurat dan cepat, serta diperlukan proses pengambilan keputusan yang cepat. Di dalam hal inilah akuntansi manajemen akan dapat memberikan jasa-jasanya dengan baik.

Sebagai alat dokumentasi pengelolaan kegiatan yang abstrak

Dalam mengelola kegiatan bisnis yang sifatnya abstrak serta mempunyai nilai yang material, tidak mungkin dilakukan atas dasar ingatan oleh seseorang saja, tetapi justru memerlukan sistem dokumentasi yang rapi serta sistem informasi yang baik. Mengelola bisnis yang obyeknya abstrak akan banyak menyerap kegiatan mental yang berupa serangkaian analisa yang sistematis untuk pengambilan keputusan. Untuk kegiatan inilah akuntansi akan banyak memberikan jasanya di dalam menyediakan alat-alat analisa yang sistematis.

Sebagai jembatan informasi antara nasabah, kantor cabang dan kantor pusat

Kegiatan riil dari perbankan sebetulnya terletak di cabang-cabang itu sendiri dan bukannya di Kantor Pusat. Kegiatan-kegiatan yang ada di cabang-cabang tersebut perlu dikoordinir oleh Kantor Pusatnya dengan seksama, baik pada tahap planning, organizing, actuating ataupun pada tahap controlling.

Untuk dapat mengelola seluruh aktivitas cabang dan koresponden dengan memuaskan sudah tentu diperlukan berbagai kebijaksanaan yang sesuai dengan setiap cabang. Dalam kondisi seperti inilah sangat diperlukan sistem informasi akuntansi yang akan dipakai sebagai alat pengambilan keputusan ekonomis oleh manajemen bank.

Sebagai sumber inforamsi yang relevan

Persaingan kegiatan bank berada dalam posisi yang sangat ketat, oleh karena itu agar dapat survive dalam persaingan tersebut “Bank” harus beroperasi secara efisien, serta mampu memberikan pelayanan yang cepat dan menyenangkan kepada para nasabahnya.

Sudah tentu untuk dapat memberikan pelayanan yang cepat, menyenangkan dan efisien, setiap manajemen bank perlu sistem informasi yang relevan dengan kebutuhan agar dapat mengambil keputusan dengan cepat dan benar.

Sebagai alat pengendalian internal

Sistem internal control yang ketat di dalam pelaksanaan operasi perbankan sangat diperlukan, mengingat frekuensi transaksi sangat tinggi, tidak boleh terjadi salah buku, serta ketelitian dan kecepatan kerja yang tinggi. Informasi mengenai internal control perbankan ini bisa diperoleh dari laporan akuntansi manajemen.

Sebagai alat pengambil keputusan

Bisnis bank dimulai dari adanya kepercayaan dari para nasabahnya. Hingga Bank dituntut selalu dalam posisi yang likuid, yaitu apabila sewaktu-waktu para deposan akan menarik dananya bank dapat segera membayarnya. Di balik itu, bank juga suatu badan usaha yang mencari untung ia harus dapat memasarkan uangnya semaksimal mungkin jangan sampai terdapat “idle money”.

Antara kebutuhan likuiditas dan volume usaha yang tinggi di sini terdapat suatu dilema semakin tinggi likuiditas semakin besar idle fund hal ini tidak menguntungkan begitu juga sebaliknya.

Dalam posisi di atas, manajemen bank perlu menjaga keseimbangan antara likuiditas dan kegiatan pemasaran dananya. Untuk itu sudah pasti manajemen bank memerlukan sistem informasi yang akurat dan cepat untuk mengambil keputusan di dalam alokasi sumber dana (alat-alat likuid) untuk menjaga likuiditas dan mencapai profitabilitas yang baik pula, untuk inilah akuntansi akan dapat banyak memberikan jasa-jasanya.

Itulah penjelasan singkat mengenai peran akuntansi dalam manajemen perbankan di Indonesia. Baca juga fungsi akuntansi biaya perbankan & akuntansi pendapatan dan biaya bank :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *