PENGERTIAN RETAINED EARNING DAN PERHITUNGANNYA

Artikel laba ditahan ini akan menjelaskan tentang pengertian retained earning dalam akuntansi (laba ditahan akuntansi), contoh perhitungan laba ditahan dan jurnal laba ditahan.


Pengertian Retained Earning

Apa itu retained earning ? Apa yang dimaksud dengan retained earning (laba ditahan) ?


Kamu pasti pernah melihat akun retained earning dalam laporan keuangan bukan? Pengertian Retained Earning adalah sebagian atau seluruh laba yang diperoleh perusahaan, yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen. Oleh karena sifat dari Retained Earning itu menambah Owner’s Equity, maka biasanya perkiraan ini mempunyai saldo kredit (credit balance).

Akan tetapi apabila perusahaan dalam keadaan insolvable, di mana nilai Total Assets lebih kecil daripada nilai Total Liabilities dan nilai Total Stated Capital, maka berarti perusahaan mengalami defisit yang dicatat sebagai saldo debit (debit balance) dalam perkiraan Retained Earning.


Perhitungan Laba Ditahan

Bagaimana perhitungan laba ditahan / cara menghitung laba ditahan dalam akuntansi ?


Pada setiap akhir periode (tahun) sesudah semua revenue (penghasilan) dipindahkan ke dalam perkiraan Profit and Loss sebelah kredit, serta semua expenses (biaya) dipindahkan ke dalam perkiraan Profit and Loss sebelah debit, melalui suatu closing journal (jurnal penutup), maka akan dapat diketahui besarnya laba atau rugi yang diperoleh perusahaan selama bekerja dalam satu periode tersebut.

Jika terdapat saldo kredit dalam perkiraan Profit and Loss, berarti perusahaan telah memperoleh keuntungan sebesar saldo tersebut. Sebaliknya jika terdapat saldo debit dalam perkiraan Profit and Loss, berarti perusahaan telah menderita kerugian sebesar saldo itu. Keuntungan atau kerugian tersebut segera dipindahkan ke dalam perkiraan Retained Earning, dengan melalui closing journal (jurnal penutup).


Contoh retained earning :


Misalnya pada tanggal 31 Desember 2018 perusahaan memperoleh keuntungan dari usahanya selama tahun 2018, sebesar Rp 9 Milyar maka jurnal penutup / jurnal retained earning yang dibuat yaitu :

Profit and Loss    Rp 9 Milyar

Retained Earning    Rp 9 Milyar

Sedangkan apabila pada tanggal 31 Desember 2018 tersebut perusahaan menderita kerugian dari usahanya selama tahun 2018, sebesar Rp 7,5 Milyar maka closing journal yang dibuat adalah :

Retained Earning    Rp 7,5 Milyar

Profit and Loss     Rp 7,5 Milyar


Semua keuntungan ataupun kerugian yang diperoleh perusahaan selama berusaha dalam satu periode tersebut harus dilaporkan oleh direksi kepada para pemegang saham dalam suatu rapat pemegang saham.

Dalam hal terdapat keuntungan, maka rapat pemegang saham inilah yang akan memutuskan berapa bagian dari laba tersebut yang akan dibagi ke dalam bentuk dividen, serta berapa bagian yang tetap berada dalam perusahaan sebagai tambahan modal. Jadi dividend merupakan bagian laba yang diterimakan kepada para pemegang saham, karena merekalah yang menjadi pemilik perusahaan yang bersangkutan, sehingga mereka pula yang berhak atas labanya.


Semoga kamu bisa memahami pengertian retain earning (laba ditahan) dan jurnalnya ya teman :)