PENGERTIAN KONSISTENSI DALAM TEORI AKUNTANSI

Pengertian Konsistensi Dalam Teori Akuntansi

Apa itu consistency ? Apa pengertian consistency dalam akuntansi ?

Pengertian consistency dalam teori akuntansi menurut para ahli :

  • Pengertian consistency dalam teori akuntansi adalah prinsip akuntansi yang menyatakan bahwa sebuah perusahaan harus tetap menggunakan dan mempertahankan sistem akuntansi yang telah dipilih dari periode ke periode selanjutnya, dan setiap perubahan sistem akuntansi yang dilakukan harus benar-benar didokumentasikan. Perusahaan diharapkan dapat menjaga konsistensi untuk memastikan bahwa catatan keuangan perusahaan tetap akurat dan koheren.
  • Pengertian konsistensi adalah prinsip akuntansi yang menjelaskan bahwa perusahaan harus menggunakan perlakuan akuntansi yang sama untuk setiap kejadian dan transaksi sejenis dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, perusahaan tidak boleh menggunakan salah satu metode akuntansi untuk hari ini, kemudian besok menggunakan metode akuntansi yang lain, kemudian besoknya lagi beralih kembali ke metode awal. Transaksi harus dicatat dengan menggunakan metode akuntansi yang sama dari waktu ke waktu untuk menciptakan konsistensi dalam informasi keuangan yang diberikan kepada kreditur dan investor.
  • Definisi konsistensi dalam akuntansi adalah prinsip dasar akuntansi yang menyatakan bahwa metode yang sama untuk mencatat akun-akun transaksi harus digunakan dari tahun ke tahun agar informasi mengenani keuntungan, kerugian, dll dapat dibandingkan.
  • Consistency adalah prinsip akuntasi yang menegaskan untuk mengadopsi metode akuntansi yang sama dari tahun ke tahun. Jikalau ada metode akuntansi yang berubah, pengungkapan penuh atas perubahan tersebut harus dijelaskan secara rinci seperti dampaknya pada item-item di laporan keuangan. Contoh consistency dalam akuntansi antara lain ; penggunaan metode FIFO dalam mengukur persediaan yang sama dalam beberapa periode fiskal.

Dalam kebanyakan hal, consistency diartikan sebagai penggunaan prosedur yang sama oleh satu perusahaan dari waktu ke waktu. Dalam hal ini, berarti konsep konsistensi akan menjadi berlaku / sah apabila ada pilihan antara 2 (dua) atau lebih prosedur yang relevan dan valid.

Di sisi lain, konsep konsistensi ini akan menjadi tidak berlaku/lemah, apabila:

  • Semua informasi yang relevan telah disajikan untuk setiap periode dengan disclosure (pengungkapan) yang cukup mengenai konsep dan prosedur pengukuran yang digunakan.
  • Apabila perubahan penggunaan metode yang dilakukan memberikan informasi yang lebih tepat.
  • Adanya ’’disclosure” terhadap perubahan metode yang dilakukan.

Semoga teman-teman bisa memahami akan pengertian konsistensi dalam teori akuntansi ini ya. Baca juga pengertian materialitas dalam teori akuntansi & pendekatan deduktif dan induktif dalam teori akuntansi :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *