PENGERTIAN KONSERVATIF DALAM AKUNTANSI

Pengertian Konservatif Dalam Akuntansi

Apa yang dimaksud dengan prinsip konservatisme dalam teori akuntansi ?

Prinsip atau konsep konservatisme adalah suatu konsep dalam akuntansi yang tradisional, yang pada waktu dulu dipergunakan sebagai suatu cara untuk menghadapi keadaan yang penuh dengan ketidak pastian (uncertainty). Konsep konservatisme dalam bidang akuntansi bukanlah merupakan suatu postulate dan juga bukan merupakan kendala (constraint).

Tujuan prinsip konservatisme untuk :

  • Menjaga kemungkinan rasa optimis yang berlebihan dari para manajer dan para pemilik.
  • Menghadapi ketidak pastian.
  • Melindungi para kreditor terhadap ketidakterjaminan pembagian aktiva perusahaan sebagai dividen.

Contoh konservatisme dalam akuntansi / contoh konsep konservatif dalam akuntansi antara lain :

  • Akuntan harus melaporkan yang terendah diantara berbagai nilai assets dan revenue serta melaporkan yang tertinggi diantara nilai yang ada untuk liabilities dan expenses.
  • Biaya-biaya harus diakui sedini mungkin sedangkan pendapatan harus diakui selambat mungkin, dan karenanya net assets biasanya dilaporkan di bawah harga pasar yang sekarang dan perhitungan income biasanya akan menghasilkan angka terendah diantara alternatif yang ada.

Di dalam prinsip akuntansi di Indonesia, dinyatakan bahwa laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidak pastian; apabila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, maka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil. Di sini berarti bahwa dalam menyajikan informasi keuangan harus melaporkan nilai-nilai yang mempunyai pengaruh paling merendahkan modal pemilik, hal ini dimaksudkan untuk mencegah rasa optimis para pemilik.

Konsep konservatisme akuntansi dan kaitannya dengan tujuan manajemen laba :

  • Penyajian yang terlalu tinggi (overstatement) dari laba (profit serta aktiva, jauh lebih berbahaya daripada penyajian yang rendah (under statement). Disini ada anggapan bahwa konsekuensi daripada suatu kerugian atau kebangkrutan akan terasa lebih berbahaya daripada konsekuens yang timbul dari suatu keuntungan.
  • Suatu penyajian informasi keuangan yang rendah (under statement) yang disengaja sama berbahayanya dengan penyajian informasi keuangan yang terlalu tinggi (overstatement). Di samping itu juga adanya anggapan bahwa akuntan dianggap berada dalam kedudukan yang lebih baik dalam menilai resiko dibandingkan dengan para investor dan kreditor, padahal penilaian-penilaian atas resiko dan sikap seseorang untuk mengambil resiko atau menolak resiko merupakan hal-hal yang sangat subyektif dan karenanya tidak dapat diambil alih oleh akuntan.

Suatu penyajian informasi keuangan yang didasarkan kepada paham konservatisme ini tidaklah dapat diinterpretasikan dengan baik, sekalipun oleh para pemakai laporan yang memiliki informasi yang baik (well in formed), serta sangat bertentangan dengan tujuan untuk mengungkapkan (mendisclose) semua informasi yang relevan (bertentangan dengan konsep relevansi). Di samping itu juga, konsep ini juga sangat bertentangan dengan konsep konsistensi sehingga penyajian laporan keuangan yang disajikan akan sulit diperbandingkan.

Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian konservatif dalam akuntansi. Semoga artikel konservatif dalam akuntansi ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semua. Baca juga pengertian konsistensi dalam teori akuntansi :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *