PENGERTIAN DEFERRED REVENUE DAN CONTOHNYA


Pengertian Deferred Revenue

Apa itu deferred revenue ? Apa arti deferred revenue ?


Definisi deferred revenue (pendapatan yang ditangguhkan) :

Deferred revenue adalah penghasilan perusahaan sebagai kontra prestasi atas jasa-jasa perusahaan kepada pihak lain, yang sebenarnya belum menjadi hak milik perusahaan, tetapi sudah diterima pembayarannya, sehingga hal tersebut akan dianggap sebagai utang. Deferred revenue biasa dikenal dengan sebutan deferred liability atau deferred credit.

Dengan kata lain, pengertian deferred revenue adalah uang muka atau pendapatan diterima di muka atas jasa yang belum dilakukan atau barang yang belum dikirim. Deferred revenue akan dicatat pada neraca sebagai kewajiban dan bukan sebagai aset sampai jasa tersebut diberikan atau produk tersebut telah dikirim kepada customer. Ketika produk atau jasa tersebut selesai atau sudah dikirim barulah diakui sebagai pendapatan (revenue) pada laporan laba rugi.


Contoh Deferred Revenue


Misalnya perusahaan menyewakan salah satu gedung miliknya kepada pihak lain pada tanggai 1 September 2018, dengan sewa sebesar Rp 240 juta untuk 6 (enam) bulan yang diterima sekaligus pada tanggal tersebut.

Dengan demikian pada tanggai 31 Desember 2018 perusahaan baru berhak atas uang sewa selama 4 (empat) bulan terhitung sejak tanggai 1 September 2018. Sedangkan sewa selama 2 (dua) bulan yang sudah diterima, masih belum menjadi hak milik perusahaan, karena berlakunya untuk masa dua bulan di tahun 2019 nanti. Oleh sebab itu, sewa selama dua bulan sebesar Rp 80 juta tersebut masih berupa utang pada saat tutup tahun 2018. Jumlah ini dibukukan ke dalam perkiraan Rent Collected in Advance (sewa yang diterima di muka), dengan melalui journal adjustment sebagai berikut :

Rent Earned     Rp 80.000.000

Rent Collected in Advance     Rp 80.000.000


Semoga penjelasan singkat tentang pengertian deferred revenue dan contohnya ini bisa dimengerti ya :)