PENGERTIAN DAN TUJUAN KERTAS KERJA AUDIT

Artikel kertas kerja audit akan menjelaskan tentang pengertian kertas kerja audit, tujuan kertas kerja audit / fungsi kertas kerja pemeriksaan serta isi dan syarat kertas kerja audit.


Pengertian Kertas Kerja Audit

Pengertian kertas kerja audit menurut para ahli :


Kertas kerja audit kerap kali dikenal dengan sebutan kertas kerja pemeriksaan. Kertas kerja audit adalah dokumen yang mencatat semua bukti audit yang diperoleh selama pelaksanaan audit laporan keuangan, audit internal, audit sistem informasi, dan audit investigasi. Kertas kerja audit digunakan untuk mendukung pekerjaan audit yang dilakukan dalam rangka memberikan jaminan bahwa audit telah dilakukan sesuai dengan standar auditing yang relevan.


Tujuan Kertas Kerja Audit

Apa tujuan pembuatan kertas kerja audit / tujuan kertas kerja pemeriksaan ?


Manfaat kertas kerja audit atau fungsi kertas kerja audit secara umum adalah untuk membantu auditor dalam memperoleh kepastian yang layak, bahwa pemeriksaan yang telah dilakukannya itu cukup memuaskan, sesuai dengan standard-standard pemeriksaan yang sudah lazim.

Adapun tujuan pembuatan kertas kerja pemeriksaan tahun berjalan adalah untuk :

  • Menyokong pendapat yang disajikan dalam laporan akuntan dan temuan-temuan serta saran-saran yang dapat dicantumkannya dalam surat komentar.
  • Referensi dikemudian hari, apabila ada pertanyaan dari langganan (dengan seizin langganan atau putusan pengadilan), atau oleh staf akuntan dalam perencanaan pemeriksaan tahun berikutnya.
  • Dasar pemeriksaan kembali oleh supervisor dan partner.
  • Dasar penyusunan rencana audit.
  • Dokumentasi catatan bukti-bukti yang terkumpul dan hasil test.

Isi Kertas Kerja Audit

Apa saja isi kertas kerja pemeriksaan audit ?


Kertas kerja pemeriksaan terbagi dalam dua berkas yang masing-masing berkas berisi data-data dan informasi yang dapat digunakan oleh auditor untuk berbagai kebutuhan.

Berkas pertama adalah berkas permanen (Permanen File).

Berkas permanen ini dimaksudkan untuk menyimpan data-data historis yang akan tetap berlaku dari tahun ke tahun. Berkas permanen pada umumnya berisi :

  • Salinan-salinan dokumen perusahaan yang berlaku untuk selamanya, misalnya akte pendirian perusahaan, anggaran dasar, perjanjian obligasi dan kontrak-kontrak yang bersifat jangka panjang.
  • Informasi yang berhubungan dengan penilaian internal control, seperti bagan organisasi, bagan arus dokumen, daftar pertanyaan dan lain-lain.
  • Analisa rasio tahun-tahun lalu tentang perkiraan (rekening) yang bagi auditor tetap penting untuk jangka waktu yang lama, diantaranya adalah perkiraan pinjaman jangka panjang, modal pemilik, Goodwil dan lain-lain.
  • Hasil-hasil analitycal test dari pemeriksaan tahun-tahun yang lalu.

Berkas kedua adalah berkas Tahun berjalan (Current File).

Berkas tahun berjalan ini berisi semua kertas kerja audit yang berkaitan langsung dengan tahun yang sedang diperiksa. Berkas tahun berjalan ini berisi antara lain :

  • Informasi umum, yaitu informasi yang bersifat umum mengenai periode sekarang dan tidak untuk menunjang angka-angka laporan keuangan. Antara lain memo perencanaan audit, intisari atau salinan rapat dewan direksi, catatan mengenai pembicaraan dengan klien, komentar tentang peninjauan kertas kerja, kesimpulan umum.
  • Program audit, yaitu daftar dari prosedur yang akan dilaksanakan oleh auditor dalam suatu pemeriksaan.
  • Ikhtisar-ikhtisar utama (top schedules)
  • Jurnal penyesuaian dan reklasifikasi.
  • Neraca percobaan.
  • Ikhtisar-ikhtisar pendukung (suporting schedules).

Syarat Kertas Kerja Audit

Apa saja syarat penyusunan kertas kerja audit ?


Syarat-syarat kertas kerja audit yang baik harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  • Setiap kertas kerja audit harus cukup berisi informasi, seperti misalnya nama klien pada periode yang bersangkutan dan lain-lain.
  • Kertas kerja yang sudah selesai harus jelas menunjukkan telah selesainya pekerjaan pemeriksaan, ini dapat dilakukan dengan tiga cara : pertama dengan pernyataan tertulis dalam bentuk memorandum, kedua dengan membubuhkan paraf pada prosedur-prosedur auditing di dalam program, ketiga dengan memberi tanda khusus pada ikhtisar kertas kerja audit.
  • Kertas kerja dalam audit harus diberi indeks dan dibuktikan sangkut-pautnya dengan data-data di berkas lainnya untuk memudahkan pengaturan susunannya dan pengaturan dalam berkas kerja itu sendiri.
  • Kesimpulan-kesimpulan yang dibuat mengenai sebagian dari tugas pemeriksaan, harus dinyatakan dengan jelas.
  • Semua kertas kerja dalam audit harus ada tujuannya

Semoga teman-teman bisa memahami tujuan kertas kerja audit ya ! :)