PENGERTIAN BAD DEBT EXPENSE


Pengertian Bad Debt Expenses

Apa itu bad debt expense (Penghapusan Piutang) ? Bad debt expense artinya apa sih ?


Sebelum kamu memahami arti dari bad debt expense, ada baiknya kamu memahami konsep dari account revenue terlebih dahulu.

Account receivable adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain yang nantinya akan dimintakan pembayarannya jika sudah sampai pada waktunya. Biasanya tagihan ini tidak dibuat dalam suatu perjanjian khusus sebagaimana yang diatur oleh peraturan hukum yang berlaku, sehingga kurang memberi kemungkinan untuk diperjual belikan. Dengan demikian tagihan semacam ini sedikit banyak juga kurang terjamin (secured) kemungkinan pelunasannya.

Tagihan semacam ini dapat timbul karena penjualan barang-barang yang menjadi usaha pokok perusahaan, ataupun penjualan assets lain seperti misalnya penjualan Marketable Securities, Building, Furniture and Fixture dan sebagainya.


Bad debt expense adalah suatu kerugian yang timbul karena adanya piutang yang tidak dapat ditagih oleh perusahaan. Sebagaimana telah diutarakan di muka, Account Receivable kurang terjamin pelunasannya, karena tidak dibuat di dalam suatu perjanjian khusus seperti yang diatur oleh peraturan hukum. Oleh sebab itu, maka Account Receivable inilah yang biasanya mengandung Bad Debt.

Pendek kata, arti bad debt expense adalah bagian dari piutang (account receivable) yang tidak tertagih selama periode tertentu.


Metode Bad Debt Expense


Ada 2 metode untuk mencatat bad debt expenses yaitu :

Direct Write off Method

Menurut metode Direct Write off (Metode Langsung), pembukuan Bad Debt baru akan dilakukan pada saat sesuatu piutang benar-benar dinyatakan tidak tertagih oleh perusahaan. Pada saat itulah diadakan pencatatan kerugian tersebut ke dalam perkiraan Bad Debt di sebelah debit, serta mengkreditkan perkiraan Account Receivable dalam jumlah yang sama, guna mengeluarkan piutang yang tidak tertagih itu dari catatan.

Allowance Method

Menurut Allowance Method (Metode Cadangan), setiap akhir periode perusahaan perlu mengadakan penaksiran tentang besarnya piutang yang kira-kira tidak tertagih. Pada saat ini jumlah yang diperkirakan tidak tertagih tersebut dianggap dan dicatat sebagai kerugian, dengan cara mendebitkannya ke dalam perkiraan Bad Debt. Tetapi pada saat ini jumlah piutang yang diduga tidak tertagih tersebut belum dikeluarkan dari perkiraan Account Receivable, melainkan baru dianggap dan dicatat sebagai cadangan piutang yang sekiranya tidak tertagih. Pencadangan ini dilakukan dengan membukukannya ke dalam perkiraan Allowance for Bad Debt (Cadangan Penghapusan Piutang) di sebelah kredit.

Bilamana pada sesuatu waktu nanti, piutang yang dicadangkan tidak tertagih itu benar-benar dinyatakan tidak tertagih, maka jumlah tersebut harus dikeluarkan dari catatan perkiraan Allowance for Bad Debt, karena status cadangan telah berubah menjadi suatu kepastian, yakni dipastikan tidak tertagih lagi. Dengan demikian perkiraan Allowance for Bad Debt harus didebitkan sebesar piutang yang dinyatakan tidak tertagih tersebut. Di samping itu, dengan dipastikannya bahwa piutang yang bersangkutan tidak akan tertagih, maka jumlah tersebut harus pula dikeluarkan dari catatan perkiraan Account Receivable, dengan cara mengkreditkannya sebesar jumlah tersebut.


Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian bad debt expenses. Semoga bermanfaat :)