PENDEKATAN DEDUKTIF DAN INDUKTIF DALAM TEORI AKUNTANSI

Pendekatan Deduktif dan Induktif dalam Teori Akuntansi

Materi teori akuntansi ini akan menjelasan pengertian pendekatan deduktif dan induktif dalam perumusan teori akuntansi beserta contohnya.

Pendekatan Deduktif Dalam Teori Akuntansi

Apa itu pendekatan deduktif dalam teori akuntansi ?

Pendekatan deduktif dalam perumusan teori akuntansi adalah suatu proses penalaran yang digunakan untuk merumuskan suatu teori akuntansi yang dimulai dari hal-hal yang bersifat umum (dalil dasar dan tujuan-tujuan) menuju kearah hal-hal yang bersifat khusus yang merupakan kesimpulan, yang diturunkan secara logis tentang pokok persoalan yang sedang dipertimbangkan.

Dalam proses penalaran deduktif, perumusan tujuan merupakan langkah awal yang penting karena apabila tujuan yang ditetapkan berbeda mungkin memerlukan suatu struktur yang berbeda serta akan menghasilkan suatu prinsip yang berbeda pula.

Pendekatan deduktif dalam struktur teori akuntansi menurut Hendriksen dalam bukunya Accounting Theory menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan penalaran deduktif yaitu :

  1. Perumusan tujuan umum atau khusus dari pelaporan keuangan.
  2. Postulate akuntansi yang berkenaan dengan lingkungan ekonomi, politik dan sosiologis di mana akuntansi beroperasi.
  3. Seperangkat kendala (a set of constraints) yang akan menjadi pedoman bagi proses penalaran.
  4. Suatu struktur, seperangkat simbol, atau suatu kerangka yang memungkinkan gagasan dicetuskan dan disarikan.
  5. Pengembangan seperangkat definisi (the development of a set of definition).
  6. Perumusan prinsip-prinsip atau pernyataan mengenai kebijakan yang diturunkan dengan proses logika.
  7. Penerapan prinsip-prinsip pada situasi tertentu dan pembuatan metode dan kaidah yang bersifat prosedural.

Pendekatan Induktif Dalam Teori Akuntansi

Pengertian pendekatan induktif teori akuntansi yaitu serangkaian proses penalaran dalam pembentukan suatu prinsip-prinsip akuntansi dimulai dari hal-hal bersifat khusus (pengamatan terhadap informasi keuangan) menuju ke arah yang bersifat umum (aksioma dan prinsip akuntansi).

Berbeda dengan penalaran deduktif, pada penalaran induksi kebenaran suatu kesimpulan tergantung kepada pengamatan dan hubungan yang berulang-ulang terjadi dari suatu kejadian, oleh sebab itu, keuntungan dari proses penalaran ini adalah para peneliti tidak terikat kepada suatu format/model/struktur yang didasarkan kepada dugaan-dugaan yang tidak didukung fakta-fakta atau yang telah ditentukan terlebih dahulu, peneliti mempunyai kebebasan untuk melakukan pengamatan yang dipandang perlu.

Dengan adanya keuntungan yang seperti itu, maka akan mengakibatkan proses penalaran induktif menjadi lemah karena peneliti akan dapat terpengaruh oleh gagasan-gagasan yang ada di bawah sadarnya mengenai hubungan-hubungan yang relevan dan data yang harus diamati.

Kelemahan lain dari penalaran induktif adalah kesulitan dalam menarik suatu kesimpulan atau generalisasi, hal ini dikarenakan dalam akuntansi data untuk struktur perusahaan yang satu akan berbeda dengan struktur perusahaan lainnya sehingga hubungan sebab-akibat juga akan berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Nah semoga kamu paham akan perbedaan pendekatan deduktif dan induktif dalam teori akuntansi ya kawan ! Baca juga pendekatan etis dalam teori akuntansi & tingkatan teori akuntansi :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *