JENIS-JENIS SAMPLING DALAM AUDIT


Jenis Sampling Audit

Apa saja contoh metode sampling audit ?


Jenis sampling audit untuk pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi maupun untuk pengujian lainnya secara garis besar terbagi 2 yaitu sample atribute (atribut sampling) dan sample variable (variabel sampling). Lalu apa sih perbedaan atribut sampling dan variabel sampling ?

Perbedaan atribut sampling dengan variabel sampling terletak dalam sifat-sifat pengukuran yang diinginkan oleh pemeriksa. Dalam sampling atribute, tujuan sampling adalah untuk mengukur FREKUENSI kesalahan di dalam populasi atau himpunan. Sedangkan sampling variable bertujuan untuk mengukur KEBENARAN JUMLAH RUPIAH atas saldo rekening atau beberapa jumlah yang sama, hasil yang dihitung dinyatakan dalam jumlah rupiah dari titik estimasi tambah atau kurang jumlah rupiah tersebut dari ketetapan yang ditentukan.

Penggunaan sampling variable sebagai alat pemeriksaan sebaiknya digunakan apabila auditor sedang melaksanakan pemeriksaan secara langsung atas saldo, sedangkan sampling attribute digunakan sebagai alat pemeriksa apabila sedang dilaksanakan pemeriksaan terhadap transaksi-transaksi.

Sampling variable lebih berguna sebagai alat pemeriksaan bagi auditor, karena pada dasarnya auditor lebih tertarik pada kesalahan nilai keuangan daripada seringnya terjadi kesalahan, terutama ketika auditor sedang menggunakan tests subtantive dalam suatu pemeriksaan. Sebagai contoh : seorang auditor sedang melakukan sampling terhadap konfirmasi rekening tagihan, apabila sampling attribute yang dipergunakan, maka kesimpulan statistik dinyatakan dalam prosentase dari rekening tagihan yang ada hubungannya dengan kesalahan jumlah kesalahan masing-masing sample.

Sedangkan apabila sampling variable yang dipergunakan, maka pemeriksaan menilai jumlah rupiah dari rekening yang terdapat dalam sample tersebut. Dari contoh ini dapat kita amati bahwa yang lebih berguna dalam pelaksanaan konfirmasi rekening tagihan adalah sampling variable, karena nilai rupiah -.dari jumlah rekening tagihan merupakan hal yang utama bagi pemeriksa dalam rangka pengumpulan bukti yang dapat diandalkan.

Adapaun keputusan-keputusan yang harus dilakukan oleh auditor dalam menggunakan sample variable adalah sebagai berikut :

  • Kesalahan nilai rupiah terendah yang dapat diterima oleh akuntan di dalam populasi pada pelaksanaan pemeriksaan.
  • Resiko Alpha, adalah resiko statistik dimana pemeriksa memasukkan populasi yang dinyatakan kurang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya padahal pada kenyataannya tidaklah demikian.
  • Resiko Beta, adalah resiko statistik yang dapat diterima pemeriksa atas suatu populasi yang di dalam laporannya terdapat kesalahan yang cukup material.

Sedangkan pertimbangan yang dapat mempengaruhi auditor dalam setiap pengambilan keputusan tersebut di atas adalah :

  • Besarnya populasi, besarnya populasi ditentukan dengan melakukan perhitungan yang tepat dalam sample variable, karena besarnya sample akan dipengaruhi oleh ketepatan perhitungan populasi itu sendiri.
  • Titik estimasi yang diharapkan, perkiraan pendahuluan atas titik estimasi populasi adalah diperlukan untuk estimasi perbedaan.
  • Estimasi pendahuluan standard deviasi kesalahan di dalam populasi yang diukur dengan standard deviasi populasi. Ini dibutuhkan untuk menentukan sample pendahuluan.

Semoga kamu semakin memahami akan contoh sampling audit / jenis-jenis sampling dalam audit ya. Baca juga program audit persediaan barang dagang :)