INTERNAL CONTROL QUESTIONNAIRE PEMBELIAN


Internal Control Questionnaire Pembelian

Apa contoh internal control questionnaire audit untuk pembelian persediaan barang (inventory acquisition) /


Internal control yang tepat atas inventory acquisition menyangkut pemesanan yang sah, pemisahan fungsi pemesanan dari penerimaan, pengiriman dan pembukuan. Semua pesanan pembelian harus dibuat secara tertulis, diotorisir dan disetujui oleh yang berwenang. Barang-barang yang dibeli harus hanya yang benar-benar diperlukan dan harus diciptakan dari suatu sistem yang akan mencegah timbulnya pembelian yang tidak diotorisasi dan tidak disetujui lebih dulu.

Setelah dipesan dan barang-barang sudah diterima, harus diawasi dengan seksama juga apakah cocok antara barang dengan faktur, laporan penerimaan barang dan surat pesanan pembelian yang bersangkutan, agar dapat dicegah adanya penyelewengan-penyelewengan dan adanya pembayaran yang tidak tepat. Pembayaran utang harus diperiksa jangan sampai terjadi pembayaran double atas duplikat faktur atau terdapat pembayaran utang fiktif.


Contoh internal control questionnaire persediaan  :


Berikut ini adalah contoh daftar kuesioner sistem pengendalian internal / pertanyaan kuesioner internal control :

1) Apakah ada bagian Pembelian yang terorganisir ?

2) Apakah ada bagian Pembelian yang independen atas :

  • Bagian penerimaan barang ?
  • Bagian pengiriman barang ?
  • Bagian pembukuan ?

3) Apakah semua pesanan pembelian dibuat secara tertulis?

4) Apakah semua pesanan pembelian bernomor urut tercetak ?

5) Apakah semua pembelian disetujui secara teratur mengenai :

  • harganya ?
  • kuantitas (banyaknya) ?
  • penjualnya (supplier) ?

6) Apakah bagian Pembukuan menerima langsung :

  • satu tembusan |surat pesanan pembelian ?
  • satu tembusan laporan penerimaan barang ?

7) Apakah bagian Pembukuan membandingkan faktur pembelian dengan :

  • surat pesanan pembelian ?
  • laporan penerimaan barang ?
  • biaya yang berhubungan dengan barang yang dibeli ?

8) Apakah barang-barang yang diretur, prosedur pengembaliannya melalui bagian Pengiriman ?

9) Apakah bagian Penerimaan menerima tembusan surat pesanan pembelian sebagai perintah untuk menerima barang yang bersangkutan ?

10) Apakah laporan penerimaan barang diberi nomor urut dan selalu diawasi ?

11) Apakah nomor urut pada surat pesanan dan laporan penerimaan barang dicek oleh Bagian Pembukuan ?

12) Apakah bagian Penerimaan itu menahan satu tembusan laporan penerimaan barang ?

13) Apakah bagian Pembelian menerima satu tembusan laporan penerimaan barang ?

14) Apakah bagian Pembukuan memberitahukan pengembalian barang kepada si penjual ?

15) Apakah untuk barang yang dikembalikan tersebut dibuatkan bukti laporan pengirimannya ?

16) Apakah laporan pengiriman tersebut dibandingkan dengan kredit nota yang diterima dari si penjual ?

17) Apakah faktur pembelian dibukukan oleh orang yang tidak ada hubungannya dengan penerimaan/pengeluaran Kas/Bank dan penerimaan/pengeluaran persediaan barang ?

18) Apakah faktur-faktur baru disetujui setelah diperiksa mengenai :

  • Harga ?
  • Perkalian dan penjumlahan vertikal ?
  • Pembebanan biaya pengangkutan ?
  • Syarat pembayaran ?

19) Apakah kekurangan penerimaan dan kerusakan barang dilaporkan secara teratur ?

20) Apakah faktur-faktur pembelian setelah dibayar dicap lunas untuk menghindarkan pembayaran double ?

21) Apakah surat pesanan pembelian non material dikeluarkan oleh satu tenaga/bagian ?

22) Apakah faktur pembelian non material disetujui sebelum dilakukan pembayaran ?

23) Apakah faktur-faktur yang diterima dari kreditur-kreditur dibandingkan dengan pos-pos yang masih terbuka oleh bagian Pembukuan ?

24) Apakah semua voucher berikut dokumen-dokumen yang mendukungnya dan distribusi biaya, diterima dan ditandatangani oleh Pejabat yang berwenang sebelum diberikan otorisasi pembayarannya ?

25) Sebelum persetujuan pembayaran, apakah seluruh dokumen yang berhubungan dikumpulkan menjadi satu dengan faktur pembeliannya ?

26) Apakah barang yang dibeli untuk keperluan karyawan urutan prosedurnya sama dengan pembelian biasa ?


Semoga contoh internal control questionnaire audit pembelian persediaan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semua :)