FUNGSI AKUNTANSI BIAYA PERBANKAN

Materi akuntansi biaya bank kali ini akan menjelaskan pengertian akuntansi biaya secara umum dan fungsi akuntansi biaya perbankan (manfaat akuntansi biaya bagi perusahaan perbankan).

Pengertian Akuntansi Biaya Menurut Para Ahli

Apa yang di maksud dengan akuntansi biaya ? Apa tujuan akuntansi biaya ?

Definisi akuntansi biaya :

Akuntansi biaya yaitu salah satu cabang dari kegiatan akuntansi yang menangani masalah-masalah yang berkenaan dengan proses pencatatan, klasifikasi, alokasi peringkasan dan pelaporan biaya-biaya yang terjadi saat ini ataupun biaya-biaya yang akan terjadi kemudian. Di mana di dalamnya juga meliputi penyusunan design dan pelaksanaan sistem dan prosedur biaya, penetapan biaya menurut bagian, fungsi, tanggung-jawab, kegiatan produk dan jasa yang dihasilkan, periodenya dan juga mengadakan taksiran-taksiran biaya tersebut untuk waktu yang akan datang, atau menurut standard cost serta pula mengadakan penyajian dan interprestasi data-data yang menyangkut biaya untuk membantu manajemen di dalam mengambil keputusan usahanya baik pada saat kini maupun untuk waktu yang akan datang

Fungsi Akuntansi Biaya Bank

Sebagaimana halnya dalam bidang industri perusahaan dagang dan jasa, maka di perbankanpun juga memerlukan adanya sistem akuntansi biaya bank. Fungsi akuntansi biaya perbankan antara lain adalah  :

  • Untuk mengetahui besarnya masing-masing profit and loss atas macam-macam jasa yang diberikan oleh Bank kepada para nasabahnya.
  • Untuk melengkapi informasi kepada manajemen mengenai tingkat yield dari beberapa bentuk investasi (penanaman dana) yang dilakukan bank ke dalam kegiatan perkreditan, penanaman surat-surat berharga, penyertaan dan lain-lain.
  • Sebagai alat perhitungan customer profitability atas masing-masing nasabahnya secara individual.
  • Untuk mengetahui besarnya biaya dana yang dikumpulkan secara terperinci dan ditinjau dari berbagai segi kepentingan antara lain dalam bentuk “cost of fund, cost of mixed fund, cost of loanable fund, cost of money, cost borrowing fund dan Iain-lain.
  • Sebagai alat untuk penetapan profitability secara spesifik menurut siapa yang bertanggung-jawab pada tiap bagian atau divisi, atau untuk tiap cost centre maupun untuk tiap profit centre.
  • Sebagai dasar/alat di dalam pricing bank services, sebab dengan diketahuinya tarip jasa-jasa perbankan tersebut akan dapat dipakai untuk penetapan pricing polities secara kompetitif.
  • Sebagai informasi dasar dalam perbaikan struktur biaya (penghematan biaya) dan pengendalian biaya untuk masing-masing jenis biaya/jenis kegiatan.
  • Dengan informasi biaya yang telah sistematis maka Bank akan lebih mudah dalam penetapan tarif jasa perbankan yang baru dikembangkan.
  • Dengan informasi biaya yang lengkap maka pengendalian “Direct Costing” dalam market penetration atau di dalam pengendalian “Full absorption costing” dalam market skimming akan lebih terarah.
  • Sebagai informasi yang bermanfaat bagi manajemen sebagai alat di dalam pengambilan keputusan.

Untuk dapat melaksanakan fungsinya di atas, maka konsep biaya yang dipakai tentu tidak terbatas pada konsep historical cost saja, tetapi juga perlu dilengkapi dengan berbagai konsep biaya yang lain seperti relevans cost alternative cost, opportunity cost dan sebagainya.

Semoga kamu memahami beberapa peranan dan fungsi akuntansi biaya perbankan ya ! Baca juga aplikasi internal control dalam perbankan & pengertian internal control dalam perbankan :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *