DASAR DASAR AKUNTANSI PERBANKAN

Materi akuntansi perbankan kali ini akan menjelaskan konsep dasar akuntansi perbankan (dasar-dasar akuntansi bank)

Dasar-Dasar Akuntansi Perbankan

Konsep dasar akuntansi perbankan / prinsip dasar akuntansi perbankan itu seperti apa sih ?

Dasar dasar akuntansi perbankan secara umum antara lain :

Accrual Basis Di Dalam Pencatatan Biaya

Sebagian besar biaya bank timbul sejalan dengan berlangsungnya waktu. Komponen biaya bank yang terbesar adalah biaya dana. Besar kecilnya biaya dana ini selain dipengaruhi oleh tingkat bunganya sendiri juga tergantung dari lamanya dana tersebut digunakan oleh bank yang bersangkutan.

Di samping biaya dana maka bank juga banyak dihadapkan pada berbagai jenis prepaid expenses, antara lain untuk keperluan penutupan asuransi kekayaan bank dan juga berbagai jenis pengeluaran untuk keperluan penyewaan gedung kantor, alat-alat kerja komputer dan seterusnya. Sejenis dengan prepaid expenses terdapat pula deffered changes yang juga akan dialokasikan biayanya kepada periode-periode yang menerima manfaatnya. Apabila diperhatikan sifat dan jenis biaya operasi perbankan yang sebagian besar proporsionil dengan berlangsungnya waktu maka sebaiknya accounting treatment terhadap biaya perbankan dilaksanakan secara accrual.

Cash Basis Di Dalam Pencatatan Pendapatan

Sebagaimana halnya pada biaya dana, besar kecilnya pendapatan perkreditan ini juga selain tergantung kepada besarnya suku bunga kredit yang berlaku, juga akan tergantung dengan jangka waktu pemakaian kredit tersebut oleh para debitur yang bersangkutan. Sebenarnya operasi perkreditan di Indonesia mempunyai tingkat resiko kegagalan yang besar, sebagaimana halnya pada negara-negara yang berkembang lainnya. Walaupun dalam pemberian kredit tersebut telah diadakan serangkaian ikatan perjanjian kredit dan sejumlah pengikatan barang jaminan, tetapi ternyata proses likuidasi barang jaminan tersebut masih dihadapkan pada berbagai kesulitan.

Dari situasi seperti itulah bank juga harus bertindak konservatif apabila komisi tersebut belum diterima secara tunai sebaiknya tidak dicatat sebagai pendapatan tetapi tetap dicatat sebagai tagihan. Melalui penjelasan-penjelasan dan alasan-alasan di atas sudah selayaknya apabila pendapatan Bank diperlukan dengan cash basis.

Penggolongan Jenis Aset Perbankan

Assets bank dapat ditinjau dari beberapa segi menurut tingkat resikonya; antara lain :

  • High Risk Assets; pemberian kredit tanpa jaminan
  • Low Risk Assets; penanaman dana pada surat-surat berharga dan seterusnya.
  • Non Risk Assets ; saldo uang tunai di khasanah dan seterusnya.

Di samping itu assets bank juga dapat ditinjau dari sudut sifatnya, yaitu :

  • Monetary assets ; cash, surat-surat berharga kredit, tagihan-tagihan dan seterusnya.
  • Non monetary assets ; gedung, alat-alat angkutan, dan seterusnya.

Ada juga yang menggolongkan assets bank ditinjau dari kemampuan untuk memberikan penghasilan bagi bank yang bersangkutan antara lain :

  • Earning assets, misal : surat-surat berharga, kredit, dan seterusnya.
  • Non Earning assets, misal : gedung, tanah, cash on hand dan seterusnya.

Penggolongan Jenis Hutang Perbankan

Sebagaimana halnya pada assets bank di atas maka pada hutang di sini juga ditinjau dari berbagai sudut antara lain :

Dari sudut tingkat kekekalannya.

  • Volatile liabilities, yaitu hutang-hutang bank yang setiap waktu dapat ditagih oleh pemiliknya, misalnya : rekening giro, rekening deposito yang jatuh waktu dan seterusnya.
  • Non volatile liabilities, yaitu hutang-hutang yang sampai jangka waktu tertentu masih dapat dipakai oleh bank misalnya; rekening deposito yang belum jatuh waktu, rekening-rekening modal sendiri dan seterusnya.

Dari sumber dananya, yaitu :

  • External fund yaitu hutang-hutang yang diperoleh bank dari pihak luar, seperti giro, deposito, dan seterusnya Internal fund – yaitu hutang yang diperoleh dari pemilik dan pengembangan modal/cadangan dari bank itu sendiri.

Dari sudut biaya dana, yaitu :

  • Dana dengan biaya murah, seperti setoran, jaminan import, setoran jaminan bank garansi, rekening giro, dan lain-lain.
  • Sumber dana dengan biaya yang mahal seperti Tabanas, deposito dan seterusnya.

Penggolongan jenis laba rugi bank

Informasi perhitungan Laba/Rugi bank dapat ditinjau dari berbagai segi antara lain :

  • Laba rugi Bank secara keseluruhan dalam bentuk condensed financial statement; yaitu perhitungan laba/rugi gabungan antara seluruh unit kerja (cabang, agency) dari Bank itu sendiri.
  • Laba rugi Bank per unit kerja, yaitu laba rugi dari masing-masing cabang, masing-masing agency dan seterusnya.
  • Laba rugi bank per jenis kegiatan bank yang ada pada Bank itu sendiri secara keseluruhan maupun laba rugi per jenis kegiatan yang ada pada tiap cabang.

Sistem internal control bank

Untuk penjelasan mengenai pengendalian internal bank, kamu bisa baca >> aplikasi internal control dalam perbankan.

Itulah dasar-dasar akuntansi perbankan yang wajib kamu ketahui. Baca juga persamaan dasar akuntansi perbankan :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *