CONTOH SOAL METODE FULL COSTING DAN DIRECT COSTING

Contoh Soal Metode Full Costing dan Direct Costing

Contoh soal direct costing dan full costing :

PT Matahari Mall pada tahun 2016 memproduksi 15.000 unit sepatu dengan biaya produksi sebagai berikut :

Upah langsung Rp 45.000.000,00
Bahan baku Rp 30.000.000,00
Overhead pabrik variabel Rp 15.000.000,00
Overhead pabrik tetap Rp 25.000.000,00

Dari produksi tahun 2016 yang bisa terjual adalah 10.000 unit sepatu. Data-data lain yang penting adalah sebagai berikut :

  • Biaya upah langsung per unit Rp 3.000,00
  • Pembebanan biaya overhead pabrik berdasarkan biaya upah langsung.
  • Kapasitas normal adalah pada saat biaya upah langsung sebesar Rp 60.000.000,00/tahun, di mana pada saat itu biaya overhead pabrik tetap diperkirakan Rp 25.000.000,00 dan FOH variable Rp 20.000.000,00.
  • Pembebanan lebih/kurang (over/under applied) overhead pabrik dibebankan ke harga pokok penjualan.

Diminta :

1. Apabila perusahaan menggunakan metode full costing hitunglah :

a. Tarif biaya overhead pabrik per unit.

b. Jumlah biaya overhead pabrik yang dibebankan tahun 2016

c. Jumlah harga pokok penjualan.

d. Persediaan akhir.

2. Apabila perusahaan menggunakan metode direct costing hitunglah :

a. Persediaan akhir.

b. Harga pokok penjualan.


Jawaban contoh soal metode direct costing


1 a. Tarif biaya overhead per unit

Overhead pabrik variabel Rp 25.000.000,00 (kapasitas normal)
Overhead pabrik tetap Rp 25.000.000,00
________________
Jumlah biaya overhead Rp 45.000.000,00

Tarif overhead pabrik ditentukan berdasarkan upah langsung, upah langsung pada kapasitas normal yaitu Rp 60.000.000,00

Tarif overhead pabrik : Rp 45.000.000,00/Rp 60.000.000,00 x 100% = 75%

Jadi tarif overhead pabrik = 75% dari upah langsung.


1 b. Jumlah overhead pabrik yang dibebankan tahun 2016 = 75% x Rp 45.000.000,00 = Rp 33.750.000,00


1 c. Jumlah harga pokok penjualan full costing 2016 :

Bahan baku Rp 30.000.000,00
Upah langsung Rp 45.000.000,00
Biaya overhead Rp 33.750.000,00
________________
Harga pokok produksi Rp 108.750.000,00

Persediaan akhir : (15.000 – 10.000)/15.000 x Rp 108.750.000,00 = Rp 36.250.000,00

Harga pokok penjualan Rp 72.500.000,00
Selisih kapasitas tidak menguntungkan Rp 6.250.000,00
________________
Rp 78.750.000,00

1 d. Persediaan akhir 2016 :

Diproduksi 15.000 unit dijual 10.000 unit. Maka persediaan akhir = 5.000 unit.

Harga pokok persediaan per unit = Rp108.750.000,00/15.000 unit = Rp 7.250,00

Persediaan akhir produk jadi 2016 yaitu 5.000 x Rp 7.250,00 = Rp 36.250 000,00


2 a. Persediaan akhir direct costing :

Bahan baku Rp 30.000.000,00
Upah langsung Rp 45.000.000,00
Overhead pabrik variabel Rp 15.000.000,00
________________
Harga pokok produksi Rp 90.000.000,00

Jumlah produksi : 15.000 unit

Harga pokok produksi per unit Rp 90.000.000,00/15.000 unit = Rp 6.000,00

Jumlah yang terjual 10.000 unit.

Persediaan akhir = 15.000 – 10.000 = 5.000 unit. Nilai persediaan akhir = 5.000 x Rp 6.000,00 = Rp 30.000.000,00


2 b. Harga pokok penjualan :

Harga pokok produksi Rp 90.000.000,00
Persediaan akhir (Rp 30.000.000,00)
Harga pokok penjualan Rp 60.000.000,00

Semoga contoh soal dan jawaban direct costing dan full costing ini bisa bermanfaat bagi para pembaca belajarakuntansionline.com Baca juga >> contoh soal direct costing dan full costing :)