CONTOH KASUS AUDIT PIUTANG DAN PENYELESAIANNYA


Contoh Kasus Audit Piutang dan Penyelesaiannya

Contoh kasus audit piutang usaha :


1) PT Sinar Sentosa pada tanggal 31 Desember 2014 memberikan informasi sebagai berikut :

  • Saldo piutang cadangan 1 Januari 2014 = Rp10.000.000,00.
  • Cadangan Kerugian Piutang 1 Januari = Rp 500.000,00.
  • Penjualan secara kredit tahun 2014 dengan syarat penjualan 2/10.n/30 = Rp 125.000.000,00.
  • Penerimaan uang dari piutang sebesar Rp 110.000.000,00 di mana Rp39.200.000,00 di antaranya dari debitur yang membayar pada periode discount.

Bila pada tanggal 22 Januari 2015 auditor memperoleh surat Keputusan dari pengadilan bahwa Sdr. Ibnu yang mempunyai utang kepada PT Sinar Sentosa sebesar Rp 10.000.000,00 dinyatakan pailit dan semua utang-utangnya tidak akan dapat dibayar, dan perusahaan menghitung cadangan kerugian piutang sebesar 5% dari saldo piutang. Berdasarkan informasi tersebut maka auditor akan menyajikan piutang dagang tersebut secara bruto pada neraca 31 Desember 2014 sebesar:

A. Rp25.000.000,00.

B. Rp24.200.000,00.

C. Rp14.200.000,00.

D. Rp64.200.000,00.

E. Tidak ada jawaban yang benar.


2) Berdasar data nomor 1 di atas kerugian piutang tahun 2014 adalah :

A. Rp 750.000,00.

B. Rp 720.000,00.

C. Rp 210.000,00.

D. Rp3.250.000,00.

E. Tidak ada jawaban yang benar.


3) Saldo rekening Cadangan kerugian Piutang pada tanggal 31 Desember 2014 (sebelum adanya penyesuaian) adalah Rp25.000,00 (saldo kredit). Berdasarkan analisa umur piutang, maka besarnya saldo cadangan kerugian Piutang per 31 Desember 2014 seharusnya Rp45.000,00. Berdasarkan hal tersebut, maka besamya kerugian piutang adalah:

A. Rp45.000,00.

B. Rp20.000,00.

C. Rp25.000,00.

D. Rp70.000,00.

E. Tidak ada jawaban yang benar.


4) Dalam pemeriksaan piutang dagang, auditor berpendapat bahwa piutang yang disajikan sebesar Rp50.000.000,00 adalah wajar kecuali bahwa dari jumlah tersebut ternyata telah diassignedkan pada bank sebesar Rp20.000.000,00. Untuk itu sebaiknya auditor:

A. Mengusulkan jurnal penyesuaian kepada klien.

B. Memberikan pendapat tidak wajar.

C. Memberikan pendapat dengan catatan.

D. Memberikan pendapat wajar.

E. Menolak memberikan pendapat.


5) Faktur penjualan sebesar Rp620.000,00 telah dihitung dengan benar. Tetapi ketika dibukukan kebuku jurnal dan buku besar ternyata salah, sebab yang dibukukan hanya sebesar Rp260.000,00 Hal tersebut dapat diketemukan dengan prosedur pemeriksaan:

A. Mencocokkan footing dan cross footing jurnal penjualan.

B. Melakukan rekonsiliasi antara buku jurnal dan buku besar Piutang.

C. Menelusuri jumlah dari buku jurnal ke faktur penjualan.

D. Mengecek kembali perhitungan kuantitas, harga dan potongan tunai dalam faktur.

E. Tidak ada jawaban yang benar.


7) Didalam suatu pemeriksaan, auditor menjumpai bahwa penerimaan-penerimaan piutang dagang selama minggu pertama bulan Januari telah dicatat dengan mendebit kas dan mengkredit piutang dagang pada tanggal 31 Desember. Hal di atas umumnya akan menyebabkan:

A. Baik modal kerja maupun current ratio per 31 Desember tidak berubah.

B. Baik modal kerja maupun current ratio per 31 Desember menjadi lebih besar.

C. Modal kerja menjadi lebih besar tetapi tidak berpengaruh pada current ratio per 31 Desember.

D. Current ratio menjadi lebih besar tetapi modal keija per 31 Desember tidak terpengaruh.

E. Tidak ada jawaban yang benar.


7) Besarnya cadangan kerugian piutang per 31 Desember 2014 diketahui sebesar Rp254.000,00. Pada tanggal 3 Februari 2015 (Pemeriksaan belum selesai), diketahui bahwa salah seorang langganan perusahaan yang mempunyai utang sebesar Rp275.00,000 benar-benar tidak bisa melunasi utangnya karena meninggal dunia. Berdasarkan peristiwa tersebut saudara akan mengusulkan jurnal penyesuaian :

A. Debit cadangan kerugian piutang, dan kredit piutang dagang.

B. Debit kerugian Piutang dan kredit cadangan kerugian Piutang.

C. Tidak ada jurnal penyesuaian.

D. Debit Rugi laba dan kredit cadangan kerugian piutang.

E. Tidak ada jawaban yang benar.


Jawaban Soal Audit Piutang Usaha


 

1) A
2) E
3) B
4) A
5) C
6) A
7) A

Semoga contoh soal kasus audit piutang ini bisa menambah pengetahuan teman-teman semua :)