BIAYA OPERASIONAL DAN NONOPERASIONAL BANK

Materi akuntansi perbankan tentang biaya operasional dan non operasional ini akan menjelaskan tentang :

  • Pengertian biaya operasional dan non operasional &
  • Contoh biaya operasional dan nonoperasional.

Biaya Operasional dan Nonoperasional Bank

Biaya Operasional Bank

Pengertian biaya operasional bank adalah semua biaya yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha bank. Contoh biaya operasional bank adalah sebagai berikut :

Biaya bunga

Biaya bunga adalah semua biaya yang terdiri atas dana-dana (termasuk provisi) yang berasal dari Bank Indonesia, bank-bank lain dan pihak ketiga bukan bank.

Biaya penyusutan

Biaya ini dikeluarkan untuk penyusutan aktiva tetap dan inventaris.

Biaya tenaga kerja

Biaya tenaga kerja bank adalah seluruh biaya yang dikeluarkan bank yang bersangkutan untuk membiayai seluruh pegawainya seperti gaji dan upah, uang lembur, perawatan kesehatan, bantuan untuk pegawai dalam bentuk natura, uang cuti dan lain lain.

Biaya karena transaksi devisa

Biaya transaksi devisa adalah semua biaya yang dikeluarkan bank yang bersangkutan untuk dalam kegiatan transaksi devisa.

Biaya lain-lain

Biaya lain-lain merupakan biaya langsung dari kegiatan usaha bank yang belum termasuk ke dalam rekening biaya yang disebutkan di atas. Contoh biaya lain-lain bank antara lain : jaminan kredit, premi asuransi, sewa gedung kantor, biaya pemeliharaan gedung kantor dsb.

Biaya Non Operasional Bank

Pengertian biaya non operasional bank adalah semua biaya yang tidak berhubungan sama sekali dengan kegiatan usaha bank. Contoh biaya non operasional bank : kerugian karena penjualan inventaris, kerugian karena bencana alam dan lain sebagainya.

Semoga penjelasan singkat mengenai biaya operasional dan nonoperasional bank ini bisa bermanfaat buat teman-teman pembaca belajarakuntansionline.com Lihat juga persamaan dasar akuntansi perbankan šŸ˜‰

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *