AKTIVA TETAP MENURUT PAJAK

Materi akuntansi perpajakan kali ini akan menjelaskan kriteria aktiva tetap menurut perpajakan.

Aktiva Tetap Menurut Pajak

Apa pengertian aktiva tetap dalam pajak / aktiva tetap menurut perpajakan / aktiva tetap berdasarkan pajak ?

Aktiva tetap adalah harta berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap atau dibangun sendiri yang harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

  • Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam kegiatan normal.
  • Dimiliki dan digunakan dalam usaha atau yang dimiliki untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan, dengan suatu masa manfaat yang lebih dari setahun.

Contoh kasus : Suatu perusahaan memiliki rumah peristirahatan yang khusus digunakan oleh pegawai dan direksi, sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan rumah tersebut tidak termasuk aktiva perusahaan yang dapat disusut. Demikian pula kendaraan yang dipakai untuk antar-jemput pegawai tidak termasuk harta yang dapat disusut.

Masalah kepemilikan aktiva tetap sangat diperhatikan dalam perpajakan. Oleh karena itu, tanda bukti kepemilikan atas nama Wajib Pajak seperti sertifikat hak milik tanah, bukti pemilikan kendaraan bermotor (BPKB), faktur pembelian, dan bukti-bukti lainnya harus dapat ditunjukkan.

Jadi, jika nama yang tercantum pada bukti pemilikan tersebut bukan nama Wajib Pajak yang bersangkutan, harta tersebut tidak boleh dianggap sebagai harta Wajib Pajak. Dengan demikian, penyusutan harta tersebut tidak dapat dikurangkan sebagai biaya.

Semoga kamu bisa memahami tentang arti aktiva tetap menurut pajak ya teman ! Baca juga stelsel akrual dan stelsel kas dalam perpajakan. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *